<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Thoughts and Devotions</title>
	<link>http://ladh.blogsome.com</link>
	<description>Thoughts, Poems, and devotional writings by Sam-el Ladh (find out more about him in www.sam-el-ladh.com)</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Nov 2009 16:40:23 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>

	<item>
		<title>Masih Jauh</title>
		<description>	Masih teramat jauh perjalanan ini sayang, sejak pertama panggilan itu terdengar. Masih amat jauh, sejak kita terbata-bata memberi jawab, sambil tertatih maju dalam langkah-langkah kecil itu.
	Ah, hari ini seorang teman membuatku merenung. Apakah perjalanan ini pantas bagi kita, pantas untuk memberi senyum di bibir dengan sebuah helaan napas lega? Apakah ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/11/27/masih-jauh/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Ada yang mengatakan</title>
		<description>	Ada yang mengatakan Tuhan itu tidak ada, hanya proyeksi dari gagasan-gagasan ideal manusia. Namun karena kegigihan dan ketekunannya, dia membuat banyak orang lebih keras mencari dan menemukan Tuhan yang sejati, realita yang melampaui akal dan logika manusia.
	Yang lain mengatakan Tuhan ada dan percaya kepadanya, tanpa syarat dan tanpa kompromi. Namun ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/11/26/ada-yang-mengatakan/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Jangan Kau Pikir</title>
		<description>	Jangan kau pikir lembar-lembar uangmu
bisa membeli cinta di tempat ini,
kau memang dapatkan bujuk rayu
dan desah manja dari gincu tebal kami,
senyum dan kerling mata kami
memang dapat kau dekap erat..
	tapi cinta kami bukan untukmu,
tidak di tempat ini..
	cinta kami menangis bersama kami
setelah semua ini berakhir,
menjerit tanpa suara di kamar sepi
untuk semua kepalsuan dan ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/11/18/jangan-kau-pikir/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Jangan Panggil Kami&#8230;</title>
		<description>	Jangan panggil kami penjaja cinta,
karena tidak ada cinta di sini.
Di sini memang ada senyum dan tawa,
bujuk rayu dan desah manja,
tapi tidakkah kau dengar,
rintih kepedihan dan erang kepahitan
yang terpendam bagai bara panas
coba disembunyikan di balik baju dalam?
Yang bahkan tidak akan padam
oleh kibasan lembaran rupiahmu..
	Jangan panggil kami penjaja cinta
	Sam-el Ladh
	17 - 11 ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/11/17/jangan-panggil-kami/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Tentang Mengasihi</title>
		<description>	Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Jikalau seorang berkata: &#8220;Aku mengasihi Allah,&#8221; dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. (1 Yohanes 4:19-20)
	Baru-baru ini saya baru sadar bahwa selama ini saya salah membaca ayat-ayat ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/10/01/tentang-mengasihi/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Aku Punya Segalanya</title>
		<description>	Success is counted sweetest by those who ne&#8217;er succeed..
	Ah.. jangan tanyakan
berapa banyak simpanan mata uang asingku,
atau berapa gram logam mulia tabunganku,
apalagi merek mobil apa yang kukendarai,
dan tipe rumah macam apa yang kudiami
	Aku punya segalanya,
sambil berbagi dengan siapa saja yang butuhkan,
ketenangan dan kedamaian jiwa,
untuk bisa tertawa dan menangis bersama mereka,
adalah harta ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/09/25/aku-punya-segalanya/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Kembali</title>
		<description>	Bapak itu berlari dengan setelan jubah lengkapnya,
tergopoh-gopoh dia berlari tanpa menghiraukan sekeliling,
sesekali kakinya tersandung dan dia terhuyung,
namun tetap dia meneruskan larinya tanpa ragu.
	Alasan dia berlari ternyata seorang pemuda lusuh,
bajunya sobek di sana sini, compang-camping khas pengemis,
bau badannya menyengat dan kulitnya terbakar matahari,
sorot matanya pun kelam dan menyimpan banyak luka.
	Bapak itu ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/09/13/kembali/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Hidup ini hanya satu kali</title>
		<description>	Hidup ini hanya satu kali kawan, dan sang waktu itu jahat sekali.
Dia lebih lihai dari pencuri kawakan manapun, datang diam-diam
dan merenggut masa muda tanpa kau menyadarinya.
	Hidup ini hanya satu kali kawan, dan sang waktu tidak pernah kompromi.
Tidak pernah dia mau berhenti dan mundur selangkah ke belakang,
sekalipun kau meratap dan meraung-raung ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/08/26/hidup-ini-hanya-satu-kali/</link>
	</item>
	<item>
		<title>I love the day you call me sweetheart</title>
		<description>	Sorot matamu 
Rekah senyummu
 Lembut sentuhanmu, 
Memuncak pada 
Merdu suaramu
 Kala terucap: 
&#8220;Sayang&#8230;&#8221;
  
I love the day 
You call me sweetheart&#8230;  
	Sam-el Ladh

 </description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/08/01/i-love-the-day-you-call-me-sweetheart/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Kembali kepadamu</title>
		<description>	Kembali kepadamu, menyaksikanmu bersolek,
memoles dirimu dengan beragam kosmetik
yang tak pernah kulihat sebelumnya.
Ah, kau memang lebih memesona,
memikat para pendatang dari jauh
untuk melihat keelokan rupamu,
menjamah, dan menikmatinya sampai puas.
	Kembali kepadamu, menyaksikan keelokanmu
dalam hiasan beragam kosmetik yang asing bagiku.
Aku hanya bisa termangu,
haruskah aku tersenyum, atau menangis?
	Karena aku tetap sayang padamu..
	Sam-el Ladh 

 </description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/07/01/kembali-kepadamu/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Pray for me</title>
		<description>	I was in the waiting room at an airport in Surabaya, when a young woman approached me. She asked if I was from Kupang, West Timor. She said I seemed familiar. Well, I have never met her before. She introduced herself as an athlete representing the province of NTT, going ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/06/29/pray-for-me/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Melayani-Mu</title>
		<description>	Ada yang melayani-Mu karena telah memiliki segala sesuatu, namun merasa ada satu ruang kosong dalam jiwanya yang belum terisi, yang dipercayanya hanya Kau yang bisa mengisinya. Ada juga yang melakukannya karena belum memiliki apa-apa, karena itu ingin mengisi hidupnya dengan kelimpahan dan kekayaan yang ada pada-Mu.
	Mereka melayani-Mu dengan giat, tekun, ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/06/24/melayani-mu/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Titik Akhirmu</title>
		<description>	Dering telepon di pagi buta itu,
telah mengubah begitu banyak hal hari ini.
Ketika di suatu titik waktumu berakhir,
banyak air mata tertumpah dan hati yang terkoyak..
	Tapi tak ada waktu yang tak berakhir,
dan hari ini aku belajar dari satu akhir yang telah lampau itu,
aku harus terus berdiri dan meneruskan tongkatmu,
memberi asa dan impian ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/06/10/titik-akhirmu/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Pernahkah Kau Mencintai</title>
		<description>	Pernahkah kau mencintai seseorang begitu dalam, sampai kau rela tinggalkan semua kenyamanan dan kemewahanmu, juga semua yang terkasih dan tersayang bagimu, agar kau bisa bersama dengan dia yang kau cintai?
	Pernahkah kau mencintai seseorang begitu dalam, sehingga kau rela memberikan semua yang ada padamu, tanpa menyayangkan dan menghitung-hitung sedikitpun; semua yang ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/06/05/pernahkah-kau-mencintai/</link>
	</item>
	<item>
		<title>It is Written</title>
		<description>	Slumdog Millionaire adalah satu dari sedikit film yang memberikan kesan yang sangat mendalam bagi saya. Kisah dongeng seorang anak dari pemukiman kumuh di Mumbay yang memenangkan kuis televisi Who Wants To Be A Millionaire ini, memberi kesan yang mendalam melalui gambarannya yang jujur mengenai kehidupan pemukiman kumuh dan masyarakat kelas ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/05/15/it-is-written-2/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Layak</title>
		<description>	Mimpiku aneh sekali tadi malam. Aku bermimpi perjalananku di bumi telah usai dan aku dibawa ke Surga. Di Surga aku terkejut bukan kepalang karena sosok pertama yang kulihat di sana adalah seorang lelaki pendek dengan kumis tipis, Adolf Hitler (!). Belum sempat aku berkata apa-apa, aku melihat juga Idi Amin, ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/05/02/layak/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Perjalanan</title>
		<description>	Pernahkah kau memulai sebuah perjalanan hanya dengan jaminan &#8220;Percaya&#8221;? Kau tidak tahu berapa lama perjalanan itu akan kau tempuh, tidak tahu persis rutenya melewati tempat-tempat seperti apa, dan tidak mengerti resiko apa yang harus kau hadapi di dalam perjalanan itu, namun kau tetap melangkah hanya karena kau percaya kepada dia ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/04/29/perjalanan/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Astaga, Tuhan sayang padaku</title>
		<description>	Astaga, Tuhan sayang padaku!
Ia mencariku sampai ke sudut-sudut negeri,
Di antara timbunan sampah Ia menemukan aku,
Lapar, penuh luka, kotor, dan bau.
	Tetapi astaga, Tuhan memeluk aku!
Ia membawaku pulang ke rumah-Nya,
Dibasuh-Nya diriku sampai bersih,
dipakaikan-Nya jubah putih kepadaku.
	Dan astaga, Tuhan menyebutku,
“Anak-Ku, yang terkasih!”
	Sam-el Ladh

 </description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/04/25/astaga-tuhan-sayang-padaku/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Memory, once more</title>
		<description>	Semua dimulai dari dering telepon di pagi hari. Kemudian isak tangis tanpa henti di seberang sana. Lalu berganti kebingungan, kegamangan, bahkan kepanikan. Ketika semua bangunan impian indah akan bunga-bunga suci yang akan bermekaran tiba-tiba luruh terhempas ke tanah. Air mata yang berjatuhan dan menggenang, bagai banjir yang memunahkan batang-batang padi ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/04/07/memory-once-more/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Apa yang kamu cari?</title>
		<description>	“Aku tidak mau sekolah lagi. Aku mau bebas. Bebas pergi sama teman-temanku, bebas melakukan apa saja yang aku mau. Aku tidak mau tinggal di sini lagi. Di sini banyak aturannya. Aku mau pergi saja.”
	
	Aku ingat pertama kali mengenal kamu, di lapangan basket SMP itu. Kamu minta izin untuk ikut bermain ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/04/02/apa-yang-kamu-cari/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Anugerah</title>
		<description>	Ah, aku baru sadari hari ini, betapa aku butuh anugerah besar untuk hidup di negeri yang luar biasa indah ini. Di negeri yang keindahan alam ciptaan Sang Maha Kuasa dengan mudah dapat ditemukan di mana-mana. Aku butuh anugerah besar. 
	Aku baru sadari hari ini. Di negeri seindah zamrud di khatulistiwa ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/03/30/anugerah/</link>
	</item>
	<item>
		<title>I&#8217;m Pressing on the upward way</title>
		<description>	
I’m pressing on the upward way,
New heights I’m gaining every day;
Still praying as I’m onward bound,
“Lord, plant my feet on higher ground.”
	Lord, lift me up and let me stand,
By faith, on Heaven’s table land,
A higher plane than I have found;
Lord, plant my feet on higher ground.
	Lagu ini terus berdengung di ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/03/26/im-pressing-on-the-upward-way/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Kecil dan Tidak Berarti</title>
		<description>	Kau sebut dirimu kecil dan tidak berarti? Tidakkah kau ingat, ketika Tuhan hendak mengangkat seorang raja untuk memimpin umat-Nya, bagaimana Dia melakukannya?
	Dia tidak memilih seorang perwira, lulusan terbaik akademi militer. Tidak juga seorang komandan kompi dalam ketentaraan, yang sudah kenyang pengalaman di medan tempur. Dia tidak memilih seorang yang tegap, ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/03/18/kecil-dan-tidak-berarti/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Kangen</title>
		<description>	Aku rindu sekali padamu hari ini
Aku merindukan senyum di wajahmu,
dan tanganmu yang kokoh itu memelukku,
mengusap kepalaku dan membelai rambutku.
	Aku rindu dipanggul di bahumu,
sambil kuayunkan kedua kakiku dengan riang.
Menyusuri jalan-jalan kota kita,
sambil menyambut sapaan mereka yang mengenalmu.
	Aku rindu mendengar kau bercerita,
kisah-kisah hebat di masa lampau,
tokoh-tokoh perkasa yang memberi inspirasi,
yang hingga kini ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/03/12/kangen-2/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Kacamata</title>
		<description>	Aku merusakkan kaca mataku hari ini. Ya, untuk ke sekian kalinya. Segera terbayang kerepotan besar yang menanti di hari-hari setelah ini. Ukuran lensaku bukan ukuran umum sehingga biasanya butuh 1-2 minggu untuk memesannya. Belum lagi lembaran rupiah ekstra yang harus mengucur dari dompetku yang tidak tebal ini. Aduh. 
	Tanpa dua ...</description>
		<link>http://ladh.blogsome.com/2009/03/01/kacamata/</link>
	</item>
</channel>
</rss>
