Thoughts and Devotions

November 18, 2009

Jangan Kau Pikir

Filed under: Puisi

Jangan kau pikir lembar-lembar uangmu
bisa membeli cinta di tempat ini,
kau memang dapatkan bujuk rayu
dan desah manja dari gincu tebal kami,
senyum dan kerling mata kami
memang dapat kau dekap erat..

tapi cinta kami bukan untukmu,
tidak di tempat ini..

cinta kami menangis bersama kami
setelah semua ini berakhir,
menjerit tanpa suara di kamar sepi
untuk semua kepalsuan dan penindasan ini

Tidak, tidak ada cinta dijajakan di sini

Sam-el Ladh

November 17, 2009

Jangan Panggil Kami…

Filed under: Puisi

Jangan panggil kami penjaja cinta,
karena tidak ada cinta di sini.
Di sini memang ada senyum dan tawa,
bujuk rayu dan desah manja,
tapi tidakkah kau dengar,
rintih kepedihan dan erang kepahitan
yang terpendam bagai bara panas
coba disembunyikan di balik baju dalam?
Yang bahkan tidak akan padam
oleh kibasan lembaran rupiahmu..

Jangan panggil kami penjaja cinta

Sam-el Ladh

17 - 11 - 2009

September 13, 2009

Kembali

Filed under: Puisi

Bapak itu berlari dengan setelan jubah lengkapnya,
tergopoh-gopoh dia berlari tanpa menghiraukan sekeliling,
sesekali kakinya tersandung dan dia terhuyung,
namun tetap dia meneruskan larinya tanpa ragu.

Alasan dia berlari ternyata seorang pemuda lusuh,
bajunya sobek di sana sini, compang-camping khas pengemis,
bau badannya menyengat dan kulitnya terbakar matahari,
sorot matanya pun kelam dan menyimpan banyak luka.

Bapak itu tergopoh-gopoh berlari kepada pemuda itu,
menubruknya dan mendekapnya sangat erat,
baju compang-camping dan badan bau tidak dipedulikannya,
bahkan terlihat air mata mulai menggenang kelopak matanya.

“Anakku yang mati telah bangkit kembali!
Anakku, engkau!”

Sam-el Ladh

August 26, 2009

Hidup ini hanya satu kali

Filed under: Puisi

Hidup ini hanya satu kali kawan, dan sang waktu itu jahat sekali.
Dia lebih lihai dari pencuri kawakan manapun, datang diam-diam
dan merenggut masa muda tanpa kau menyadarinya.

Hidup ini hanya satu kali kawan, dan sang waktu tidak pernah kompromi.
Tidak pernah dia mau berhenti dan mundur selangkah ke belakang,
sekalipun kau meratap dan meraung-raung dalam penyesalan.

Hidup ini hanya satu kali kawan, dan sang waktu itu kawan yang angkuh.
Dia tak punya empati untuk kesalahan dan kegagalan yang kau lakukan,
tapi dia akan terus berlari, berlari, dan berlari meninggalkanmu.

Hidup ini hanya satu kali kawan,
jangan relakan masa mudamu direnggut begitu saja,
sementara kau hanya bisa meratap dan meraung dalam penyesalan
untuk semua kesalahan dan kegagalan yang kau lakukan…

Hidup ini hanya satu kali kawan… ah..

Sam-el Ladh

August 1, 2009

I love the day you call me sweetheart

Filed under: Puisi

Sorot matamu

Rekah senyummu

Lembut sentuhanmu,

Memuncak pada

Merdu suaramu

Kala terucap:

“Sayang…”



I love the day

You call me sweetheart…



Sam-el Ladh






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer