Kembali
Bapak itu berlari dengan setelan jubah lengkapnya,
tergopoh-gopoh dia berlari tanpa menghiraukan sekeliling,
sesekali kakinya tersandung dan dia terhuyung,
namun tetap dia meneruskan larinya tanpa ragu.
Alasan dia berlari ternyata seorang pemuda lusuh,
bajunya sobek di sana sini, compang-camping khas pengemis,
bau badannya menyengat dan kulitnya terbakar matahari,
sorot matanya pun kelam dan menyimpan banyak luka.
Bapak itu tergopoh-gopoh berlari kepada pemuda itu,
menubruknya dan mendekapnya sangat erat,
baju compang-camping dan badan bau tidak dipedulikannya,
bahkan terlihat air mata mulai menggenang kelopak matanya.
“Anakku yang mati telah bangkit kembali!
Anakku, engkau!”
Sam-el Ladh

