Thoughts and Devotions

May 15, 2009

It is Written

Filed under: Thoughts

Slumdog Millionaire adalah satu dari sedikit film yang memberikan kesan yang sangat mendalam bagi saya. Kisah dongeng seorang anak dari pemukiman kumuh di Mumbay yang memenangkan kuis televisi Who Wants To Be A Millionaire ini, memberi kesan yang mendalam melalui gambarannya yang jujur mengenai kehidupan pemukiman kumuh dan masyarakat kelas bawah di Mumbay. Bagaimana masyarakat kelas bawah di India begitu tergila-gila pada bintang-bintang Bollywood, permusuhan antara penganut Hindu dan umat Muslim, tipu muslihat gangster India merekrut anak-anak miskin untuk dipekerjakan sebagai pengemis, pemandu wisata ilegal yang nakal, sampai Polisi yang tunduk kepada mafia, dan masih banyak lagi, digambarkan dengan jujur tanpa kesan ‘dimanis-maniskan’ sama sekali. Dengan menonton satu film ini saja, kita bisa mendapat banyak gambaran mengenai kehidupan masyarakat kelas bawah di India.

Kesan yang lebih mendalam saya dapatkan melalui tema yang saya tangkap sebagai ‘pesan’ dari film ini. Film ini bicara mengenai kekuatan “Destiny”. Jamal Malik, tokoh utama, memenangkan kuis Who Wants To Be A Millionaire bukan karena alasan apa-apa, tapi karena “it is written”, sudah tersurat. Namun yang menarik, destiny dari Jamal Malik bukanlah menjadi seorang milyuner dengan memenangkan kuis itu. Destiny Jamal adalah untuk bersatu dengan Latika, gadis pujaan hatinya sejak bocah. Demi destiny ini, Jamal melewati semua rintangan dan lika-liku kehidupan yang sangat amat keras. Dia mendaftar mengikuti kuis, hanya dengan satu harapan, Latika akan menonton dia di televisi sehingga mereka bisa bertemu kembali. Oleh karena itu, ketika dia harus diinterogasi sepanjang malam oleh Polisi karena dituduh berbuat curang, dia menceritakan kisah hidupnya dengan apa adanya. Bahkan ketika di pertanyaan terakhir, dia tidak tahu jawabannya, dia asal menjawab saja, karena toh Latika sudah ditemukannya kembali.

Bagi saya, film ini memberi pesan kuat mengenai kekuatan pengharapan. Jamal sangat yakin akan destiny-nya untuk bersama Latika, karena itu dia tidak menyerah dan berhenti berharap, sekalipun kenyataan kehidupan semuanya bertolak belakang dengan keyakinannya itu. Dia tidak menyerah meski harus melarikan diri dari gangster yang mengeksploitasi mereka, menggelandang di Kereta Api antar negara bagian, terdampar di Accra dan menjadi pemandu wisata ilegal di Taj Mahal, sampai kembali ke Mumbay dengan resiko ditemukan oleh gangster yang mencari dia dan kakaknya, Salim. Ketika Salim menjadi anggota mafia, dan bisa menikmati hidupnya pun, Jamal tetap tidak goyah untuk mengejar destiny-nya.

Apa destiny anda? Apa yang sudah anda lakukan untuk mengejarnya? Ah, bercerminlah dari seorang Slumdog

Sam-el Ladh

Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer