Thoughts and Devotions

January 23, 2009

Ah, kenapa

Filed under: Puisi

ah, kenapa harus resah
bukan nama besar yang kucari,
bukan pula harta berlimpah darimu
atau kuasa dan pengaruh di jagad fana ini

ah, kenapa harus resah,
dia yang kusembah pun dicerca,
dimaki, dicibir dan disalahpahami ,
dijadikan olok dan nista penguasa fana itu

ah, kenapa aku harus resah,
saat ku tahu siapa yang kupercaya,
dan aku yakin akan kuasanya,
yang memelihara dan melindungiku..

ah, kenapa..

Sam-el Ladh

January 19, 2009

Ini negara beragama bung!

Filed under: Puisi

Ini negara beragama bung..
tidak bisa sembarangan berpakaian di sini,
harus dipastikan bahwa aurat tertutup rapat..

Ini negara beragama bung..
bicara dan berlaku tidak boleh saru,
harus dipastikan bahwa syahwat tidak diumbar..

Ini negara beragama bung..
kita bangun kubah emas dan menara menjulang,
tempat kebesaran agama berkumandang sepanjang hari

Ini negara beragama bung..
kita pajang simbol dan tanda di seantero negeri,
agar kesalehan dan ketaatan kita dipandang seluruh jagad

Ini negara beragama bung..

Sam-el Ladh

January 9, 2009

Melina’s World

Filed under: Puisi

in response to “Melina’s World”

dunia itu memanggil aku,
memanggil kau..

“ketika aku lapar…
ketika aku telanjang…
ketika aku bodoh dan kesepian…”

dan aku menjawab,
“ya, ini aku dan hidupku”

dan kau menjawab…

Sam-el Ladh

January 7, 2009

Emas

Filed under: Thoughts

Emas tidak didapat dengan gampang,
gunung dibelah, sungai dikeringkan
dengan peluh yang menghujan,
bahkan darah pun tertumpah

Emas tidak didapat dengan gampang,
kadang ada tangis dan ratap,
bahkan duka nestapa di jalan..

Emas tidak didapat dengan gampang..

Sam-el Ladh

January 6, 2009

The Heart

Filed under: Puisi

‘Tis not the eyes that see,
‘Tis not the ears that listen..

‘Tis the heart that is
opened to the voice unsilenced
by the fears that blinds
and the pride that deafens..

Sam-el Ladh






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer