Natal Siapa Ini?
Aku diundang ke perayaan Natal kemarin
Perayaan yang meriah, penuh hiasan mewah,
warna-warni lampu dan aksesoris beraneka macam.
Di sana juga berlimpah makanan lezat,
dan rupa-rupa hadiah telah tersedia,
lengkap dengan sinterklas berbaju merah,
menghibur para undangan yang necis dan wangi.
Di tengah keramaian itu aku termangu.
Tidak ada bayi Imanuel di sini.
Tidak. Dia tidak cukup wangi
untuk dapat diterima di sini.
Tidak. Tempat ini bukan tempat bagi
suami isteri sederhana dari kampung
dengan kendara keledai kecil dan bau itu.
Aku diundang ke perayaan Natal kemarin,
dan aku termangu, entah Natal siapa ini..
29 / 12 / 2008
Sam-el Ladh

