Thoughts and Devotions

December 29, 2008

Natal Siapa Ini?

Filed under: Puisi

Aku diundang ke perayaan Natal kemarin
Perayaan yang meriah, penuh hiasan mewah,
warna-warni lampu dan aksesoris beraneka macam.
Di sana juga berlimpah makanan lezat,
dan rupa-rupa hadiah telah tersedia,
lengkap dengan sinterklas berbaju merah,
menghibur para undangan yang necis dan wangi.

Di tengah keramaian itu aku termangu.
Tidak ada bayi Imanuel di sini.
Tidak. Dia tidak cukup wangi
untuk dapat diterima di sini.
Tidak. Tempat ini bukan tempat bagi
suami isteri sederhana dari kampung
dengan kendara keledai kecil dan bau itu.

Aku diundang ke perayaan Natal kemarin,
dan aku termangu, entah Natal siapa ini..

29 / 12 / 2008

Sam-el Ladh

December 24, 2008

Malam ini Malam Natal

Filed under: Thoughts

Malam ini malam Natal. Tadinya kami merencanakan untuk berdoa bersama mensyukuri kasih karunia Allah yang mau datang ke tengah dunia untuk bersama-sama dengan manusia yang lemah, hina, bejat dan nista seperti kami. Setelah itu kami mau membagi sedikit hadiah untuk para “mantan anak jalanan” yang tinggal bersama kami.

Akan tetapi sore harinya, beberapa mahasiswa datang ke rumah. Mereka meminta bantuan untuk memandu mereka membagi-bagikan makanan kepada anak-anak jalanan di malam Natal ini. Wah, ada ratusan kotak makanan untuk dibagikan. Pekerjaan yang mulia, namun merepotkan jika tanpa persiapan dan mendadak seperti ini.

Bagaimanapun juga, kami selalu siap membantu. Dengan tulus tanpa pamrih (sungguh!), aku dan beberapa rekan menemani. Walaupun harus merelakan anakku kecewa berat karena ditinggal di rumah di malam Natal ini, kami mengarungi jalanan Yogya di malam hari yang berangin ini. Sampai semua kotak terbagi, kami berkeliling hingga tengah malam.

Akhirnya selesai sudah. Terima kasih untuk niat yang mulia, kebaikan hati yang merelakan uang sebanyak itu. Malam ini anak-anak itu makan enak sampai kenyang (karena banyak yang mengambil lebih dari 1 kotak), tapi besok mereka akan lapar lagi, kepanasan lagi, dikejar-kejar Satpol PP lagi. Ketika itu, mereka butuh lebih dari hanya beberapa kotak nasi.

Malam ini malam Natal. Karena itu aku sepatutnya bersyukur. Bersyukur karena masih ada yang mau memberi hadiah cuma-cuma sebanyak itu. Aku bersyukur, Tuhan. Hadiah cuma-cuma yang Kau berikan kepadaku adalah diri-Mu yang mau datang untuk duduk bersamaku ketika aku kesepian, menemaniku ketika aku berjalan sendirian, menghiburku ketika aku sakit panas, dan bermain bola bersamaku di waktu senggang kita. Aku bersyukur karena Kau mau datang, menjadi sama denganku, dan bersama-sama denganku.

Malam ini malam Natal. Aku mau menjadi sama dengan-Mu, bersama-sama dengan-Mu, menemani mereka yang kesepian, sendirian, sakit panas, dan tidak punya teman, sekalipun itu berarti aku harus terbaring di dalam palung bersama ternak-ternak di kandang…

Terimalah syukur dan sembahku, Imanuel.

Sam-el Ladh

24 - 12 - 2008

December 17, 2008

Adakah Kau Punya Tuhan di Negeri Ini?

Filed under: Puisi

Seorang musafir bertanya kepada anak negeri,
adakah kau punya Tuhan di negeri ini?

Tuhan yang tidak hanya bersemayam
di dalam bangunan berkubah raksasa berlapis emas,
yang diapit menara menjulang menusuk langit?

Yang tidak hanya diam membisu
di dalam kitab keramat bersampul perak,
berhias jalinan kata bertinta permata?

Seorang musafir bertanya kepada anak negeri,
adakah kau punya Tuhan di negeri ini?

Tuhan yang bersemayam di setiap nafas,
yang bergerak bersama setiap langkah,
dan berseru bersama setiap lidah?

Yang bisa diraba dan dirasakan
di setiap sudut dan titik paling sepi
dan tersembunyi oleh mata insani?

Seorang musafir bertanya kepada anak negeri,
adakah kau punya Tuhan di negeri ini?

Sam-el Ladh

December 16, 2008

Dari Mana

Filed under: Puisi

Dari mana datangnya benci
dariku, darimu, dari dia?

dari sang surya yang terik
bersinar membakar kulit,
dari sang angin yang bertiup dingin
menusuk tulang tanpa kompromi?

dari mana datangnya benci,
dariku, darimu, dari dia?

“aku manusia celaka,
siapakah yang dapat melepaskan aku
dari tubuh maut ini?”

16-12-2008

Sam-el ladh

December 14, 2008

The Dreamers

Filed under: Thoughts

I went to see my fellow dreamer today.
He was getting married with one of his dreams.
He told me that he has been chasing this dream for years,
and that catching this dream has enabled him to chase
and catch some other dreams.

I am happy for my fellow dreamer today.
He has caught a sweet dream of his, and two and three other dreams.
I pray that he will not stop chasing his dreams, for I too have dreams,
and I too am chasing them..

You may say I’m a dreamer, but I’m not the only one…

P.S. I met a few other dreamers there as well..

Sam-el Ladh






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer