Thoughts and Devotions

June 28, 2008

Without Name or Fame

Filed under: Puisi

Without name or fame but oh Lord,
joy and thanks to serve before You

Tidak, tutup mulutmu rapat-rapat.
Hentikan puja-puji dan tempik sorak itu!
Jangan penuhi kedua telingaku ini
dengan rayu licik bibir manismu..

Lihat, si Bintang Timur, putera Fajar itu
dipatahkan sayapnya dan dihempaskan
jauh ke dasar bumi yang terdalam,
yang gelap gulita mengerikan..

Aku tidak mencari kemegahan itu,
tidak kemewahan dan kuasa darimu.
Aku hanya ingin kembali ke sana,
di bawah kaki salib kayu kasar itu..

Without name or fame but oh Lord,
joy and thanks to serve before You

28 - 06 - 2008

sam-el ladh

June 27, 2008

Sudahi

Filed under: Puisi

Kita sudahi saja semua ini
perjalanan yang bagai menggiring
bangsa budak menuju tanah perjanjiannya
bangsa yang tegar tengkuk dan bebal bodoh
yang memaki dan menghujat semua kecuali dirinya

Kita sudahi saja semua ini
seperti sang khalik yang mengangkat tangan murka-Nya
bersiap-siap memunahkan setiap hati yang keras
dan tak tahu mengucap syukur itu,
yang hanya bibirnya penuh sungut dan sumpah serapah

Kita sudahi saja

sam-el ladh

June 23, 2008

Kelegaan

Filed under: Puisi

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan
berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”

Aku tak mau katakan letih
karena tuaian ini memang sangat banyak
dan ladang yang menguning begitu luas.

Aku juga tak mau mengucap lesu,
karena ini karya agung-Mu, si empunya tuaian,
yang kuterima dengan syukur dan sembah.

walau berat, ini pun tentunya bukan beban,
tapi rahmat tak terkira sang almasih
bagi si fana yang lama mengembara.

Tapi, Tuhanku..
aku memang butuh kelegaan itu

23 - 06 - 2008

sam-el ladh

June 21, 2008

Milikku

Filed under: Puisi

Kau bertanya kenapa aku
mau menyusuri jurang berbahaya itu,
meregangkan tubuh sepenuhnya
merentang tangan dan kaki
yang tergores duri-duri tajam
untuk menjangkau dirimu?

Kau bertanya kenapa aku
mau menjelajahi lorong-lorong pengap
sempit dan berbau busuk,
di bawah sorot tajam dan garang
mereka yang tak kenal iba,
untuk menemukan dikau?

karena kau milikku..

sam-el ladh

Sabar

Filed under: Puisi

Kasih itu pertama-tama sabar..
Sabar menghadapi mereka yang tak tahu mengucap syukur,
yang tak pernah mau belajar percaya dan tanggung jawab,
dan hanya mau menyalahkan dan menghakimi,
yang daripada introspeksi dan refleksi
memilih mengambil batu dan mulai merajam..

Kasih itu pertama-tama sabar..

sam-el ladh






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer