Thoughts and Devotions

April 3, 2008

Aku tidak mengerti

Filed under: Puisi

Aku tidak mengerti
mengapa kau
tidak berhenti saja
angkat bahu
cuci tangan
dan pergi

Aku tidak mengerti
kau berpeluh
menangis
bersimbah darah
lalu berdiri
dan taat

Aku tidak mengerti
mengapa kau
taat
dan tidak pergi

tolong aku
untuk mengerti

tolong aku
untuk taat

tolong aku
untuk tidak pergi

juruselamatku

Sam-el Ladh

Perbedaan

Filed under: Thoughts

Saya tersenyum sewaktu menemukan seorang teman menulis di shoutout fs-nya, “Perbedaan itu indah”. Perbedaan memang bisa membawa keindahan. Saya jadi teringat bunga-bunga beraneka warna di taman bunga Everland Theme Park di Seoul yang saya pernah kunjungi beberapa tahun silam. Keindahan yang diberikan oleh keragaman itu benar-benar membuat saya betah di sana, walaupun matahari musim panas di Korea begitu menyengat, bahkan saat jam sudah menunjukkan pukul 19.00.

Kalau bicara soal perbedaan, Korea memberi saya banyak senyum. Di negeri ini saya baru pertama kali dikerubungi anak-anak SMP yang mau ‘practice english’. Waktu itu saya naik subway di Seoul bersama seorang teman, mahasiswa sastra inggris di Sogang University. Rupanya cewek-cewek SMP ini mendengar percakapan kami dan menyangka saya seorang afro-american (!).

Saya juga tersenyum-senyum ketika dipelototin seorang female senior citizen di kota kecil Yeonggwang, karena saya menggandeng mesra isteri saya, yang kebetulan asli dari kota itu. Rupanya ibu itu belum terbiasa dengan pemandangan pasangan warna-warni seperti kami. Tapi itu tahun 2000, sekarang penduduk Korea Selatan sangat friendly dengan orang asing, dan pasangan warna-warni bukan lagi sesuatu yang aneh seperti dulu. Ah, saya jadi tersenyum lagi.

Perbedaan itu indah. Ya, indah sekali, terutama ketika kita bisa menerima dan menghargainya. Bukan seperti orang banyak yang melempari saya dan teman-teman di sebuah kampung kecil di Jawa Barat, hanya karena kami sembahyang dengan cara yang berbeda. Atau orang banyak yang menutup paksa sanggar belajar kami, dengan alasan kepercayaan kami berbeda. Atau seorang cewek cantik yang menolak teman saya (yang ganteng dan baik hati) hanya karena dia berbeda kampung halaman.

Ah, saya suka perbedaan. Walau perbedaan sering meminta pengorbanan untuk penyesuaian-penyesuaian, tapi warna-warni yang diberikannya terlalu indah untuk ditolak.

sam-el ladh






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer