Thoughts and Devotions

April 23, 2008

Bagaimana Rasanya

Filed under: Puisi

Aku ingin tahu,
bagaimana rasanya,
ketika semua bangunan
sistematika doktrin dan dogma
yang disusun dan dirangkai
melalui ribuan jam
meditasi dan devosi,
runtuh dalam sekian menit
tremor dahsyat sang libido..

23 - 04 - 2008

sam-el ladh

Untuk Apa

Filed under: Puisi

Untuk apa kepandaian
merangkai kata dan kalimat,
merumuskan dalil dan fatwa,
kalau akhirnya yang bicara
adalah pedang berkilat
tanpa hati dan jiwa..

23 - 04 - 2008

sam-el ladh

April 17, 2008

Aku hanya seorang hamba

Filed under: Thoughts

we’re given gifts of God, but we’re not God - Hiro Nakamura in ‘Heroes’

“Seorang hamba tidaklah lebih besar daripada tuannya.” Ah, kalimat ini seharusnya menjadi kalimat pembangkit semangat, untuk tetap bertahan dalam kesukaran, tantangan, bahkan aniaya. Tapi hari ini aku takut kalimat ini menjadi seperti pembenar untuk hatiku yang hampir kehilangan asa ini.

Aku hampir putus asa, karena semua kasih sayang dan perhatian, semua nasehat dan wejangan, semua latihan dan pengajaran, yang telah diberikan dalam segala keterbatasan, kelihatannya seperti usaha menjaring angin. Sia-sia, karena bisik dan rayu lebih menyenangkan untuk didengar, serta dosa dan maksiat lebih mentereng dan mewah untuk dikejar.

Aku jadi teringat Hiro Nakamura. Dia menyangka telah menyelamatkan dunia dengan mengubah sejarah pahlawan masa kecilnya. Padahal ternyata dia hanya ‘melakukan’ sejarah itu. Ah, aku tidak punya gifts seperti dia (andai bisa, aku pengen seperti Peter Petrelli :-D ). Tapi Anugerah yang aku terima lebih indah dari semua imajinasi dalam serial Heroes yang seru itu. Aku mendapat pengampunan dan kasih yang tidak bersyarat!

Pengampunan dan kasih itu adalah “gifts of God” yang aku punya. Dan aku mau mengubah dunia dengan gifts itu. Hari ini aku sadar, betapapun demikian, aku tetap bukan God. Ah, aku hanya seorang hamba.

Sam-el Ladh

Kami Bukan Tukang Sihir

Filed under: Puisi

Kami ini bukan tukang sihir
bak harry potter dengan mantra ini itu
bukan juga ilusionis
bak demian atau david blaine
yang membuatmu termangu

Yang kami punya
adalah dua tangan dan kaki biasa,
raga yang rapuh dan penuh cela,
dan hati dan budi yang dipenuhi
syukur akan rahmat dan kasih illahi

Dengan yang kami punya,
kami mau memberi,
- Tuhan tolonglah kami -
bukan dengan mantra,
dan tanpa ilusi apapun

Kami mau memberi,
dan kami terus akan memberi,
tapi hidup dan hari esokmu
ada di tanganmu sendiri
bukan di tangan kami

karena kami bukan tukang sihir
dengan mantra ini dan itu

17 - 4 - 08

Sam-el Ladh

April 9, 2008

Aku ingin tahu

Filed under: Puisi

Katakan padaku kawan,
bagaimana rasanya mendapatkan
semburan ludah di wajah
untuk cinta yang diberi dengan
segenap hati, jiwa, dan raga

bagaimana rasanya mendapatkan
tusukan, bukan dari belakang,
tapi frontal, menghujam ke sisimu
sebagai upah pengampunan
yang tulus dan suci

bagaimana rasanya menerima
hujat, hina, dan nista
dari mereka yang kau hibur,
beri makan, sembuhkan,
bahkan bangkitkan dari kubur

katakan padaku kawan,
aku sungguh ingin tahu hari ini..

Sam-el Ladh






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer