we’re given gifts of God, but we’re not God - Hiro Nakamura in ‘Heroes’
“Seorang hamba tidaklah lebih besar daripada tuannya.” Ah, kalimat ini seharusnya menjadi kalimat pembangkit semangat, untuk tetap bertahan dalam kesukaran, tantangan, bahkan aniaya. Tapi hari ini aku takut kalimat ini menjadi seperti pembenar untuk hatiku yang hampir kehilangan asa ini.
Aku hampir putus asa, karena semua kasih sayang dan perhatian, semua nasehat dan wejangan, semua latihan dan pengajaran, yang telah diberikan dalam segala keterbatasan, kelihatannya seperti usaha menjaring angin. Sia-sia, karena bisik dan rayu lebih menyenangkan untuk didengar, serta dosa dan maksiat lebih mentereng dan mewah untuk dikejar.
Aku jadi teringat Hiro Nakamura. Dia menyangka telah menyelamatkan dunia dengan mengubah sejarah pahlawan masa kecilnya. Padahal ternyata dia hanya ‘melakukan’ sejarah itu. Ah, aku tidak punya gifts seperti dia (andai bisa, aku pengen seperti Peter Petrelli
). Tapi Anugerah yang aku terima lebih indah dari semua imajinasi dalam serial Heroes yang seru itu. Aku mendapat pengampunan dan kasih yang tidak bersyarat!
Pengampunan dan kasih itu adalah “gifts of God” yang aku punya. Dan aku mau mengubah dunia dengan gifts itu. Hari ini aku sadar, betapapun demikian, aku tetap bukan God. Ah, aku hanya seorang hamba.
Sam-el Ladh