Maafkan Aku
Maafkan aku,
aku tidak tertarik pada tumpukan uang itu,
tidak juga pada riuh tempik sorak orang banyak,
ataupun sembah sujud para hamba sahaya
Tempatku adalah di sini,
titik kecil di bulatan bumi ini,
menemani kekasih-kekasih Tuhanku
yang pucat, lusuh, dan bau.
Maafkan aku,
tempatku adalah bersama mereka,
yang dalam sahaja memancarkan kilau
yang lebih menyilaukan dari emas tua.
Maafkan, tempatku memang di sini
bersama mereka, melakukan kehendak Dia
yang mengutus aku, yang mati bagiku.
“Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.” (Yoh 9:4)

