Ah…
Rambut panjang dikuncir
mulut bau alkohol,
tato di sekujur lengan,
telinga dan hidung ditindik,
mata merah pengaruh obat penenang,
Ah.. penghakiman bukan hakku,
mengasihi adalah kewajibanku..
23 - 02 - 2008
Sam-el Ladh
Rambut panjang dikuncir
mulut bau alkohol,
tato di sekujur lengan,
telinga dan hidung ditindik,
mata merah pengaruh obat penenang,
Ah.. penghakiman bukan hakku,
mengasihi adalah kewajibanku..
23 - 02 - 2008
Sam-el Ladh
buat …ri
Kau lihat senyum itu?
Itu senyum yang illahi,
datang dari rancangan sempurna,
serupa dan segambar dengan Dia,
Khalik semesta langit.
Walau insan dengan keji
mengharubiru hari-harimu,
mencabik-cabik asa dan emosimu,
jangan pudarkan senyum itu,
senyummu itu illahi
21 - 02 - 2008
Sam-el Ladh
Jangan kau hunus pedang itu kepadaku, karena aku tidak membawa panji, lencana, bendera, bahkan kredo apapun.
Yang aku bawa hanyalah cinta. Cinta yang mengubah air tawar menjadi anggur terbaik, yang menjadikan roti dari batu-batu yang berserakan di padang gersang.
Aku hanya membawa cinta yang mengubah seorang buta huruf menjadi pembuat sejarah, yang mengubah seorang penyamun menjadi kampiun kasih sayang, seorang pembunuh berdarah dingin menjadi hamba yang rendah hati dan lemah lembut.
Jangan kau hunus pedang itu kepadaku, karena hanya cinta itu yang kubawakan kepadamu.
17-02-2008
Sam-el Ladh
Katakan padaku apa yang sedang terjadi Tuhan, karena aku tidak mengerti. Wajah-wajah mungil, polos, dan kosong ini, terus dan tanpa berhenti datang dalam kumpulan-kumpulan kecil kepadaku. Mereka diam tapi jeritan mereka begitu nyaring menghentakkan dadaku, “kami lapar, kami haus, tolonglah kami!”
Katakan padaku apa yang sedang terjadi Tuhan, karena sejujurnya aku ketakutan. Tembok kokoh menjulang dengan pisau-pisau tajam di puncaknya masih tegar berdiri di sana, di antara mereka dan aku. Aku juga belum lupa teriakan garang yang memekakkan telinga itu, hujan batu dan kobaran api yang bagai hari penghakiman itu Tuhan.
Katakan padaku apa yang sedang terjadi Tuhan, karena aku tidak mengerti, dan sejujurnya aku ketakutan.
Call’d of God we honor the call
Lord we’ll go wherever You say
Where You lead come pain or pleasure,
We would follow You everyday..
Sam-el Ladh
Maafkan aku,
aku tidak tertarik pada tumpukan uang itu,
tidak juga pada riuh tempik sorak orang banyak,
ataupun sembah sujud para hamba sahaya
Tempatku adalah di sini,
titik kecil di bulatan bumi ini,
menemani kekasih-kekasih Tuhanku
yang pucat, lusuh, dan bau.
Maafkan aku,
tempatku adalah bersama mereka,
yang dalam sahaja memancarkan kilau
yang lebih menyilaukan dari emas tua.
Maafkan, tempatku memang di sini
bersama mereka, melakukan kehendak Dia
yang mengutus aku, yang mati bagiku.
“Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.” (Yoh 9:4)
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer