The Best Christmas
Tahun ini istriku memutuskan untuk memberi hadiah Natal yang istimewa kepada Yesus. Dia mengundang Yesus untuk makan malam di rumah kami.
Sejak pagi, kami menyiapkan makan malam istimewa itu. Memilih beras yang terbaik, menyiapkan ayam panggang, sayur-sayuran yang paling segar, dan minuman yang paling memuaskan dahaga. Beberapa teman datang membantu. Ada yang membantu menyiapkan makanan, ada yang membantu membersihkan rumah dan menyiapkan tempat. Anakku pun tidak ketinggalan. Dia meminta membelikan snack dan kue-kue untuk Yesus yang akan datang ke rumah kami. Tidak lupa dia menyiapkan mainan kesukaannya dan film kartun favoritnya untuk dinikmati bersama Yesus.
Menjelang malam, Yesus pun datang ke rumah kami. Ah, ini bukan tulisan metafisis atau gaib. Injil Matius mencatat perkataan Yesus: “sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” Jadi, kami mengumpulkan 20-an anak jalanan untuk menikmati makan malam istimewa di hari Natal ini.
Mereka pun datang. Gembira, ramai, dan bahkan berisik (setidaknya besok kami harus bisa menjelaskannya kepada para tetangga). Dimulai dengan sedikit permainan, kemudian makan-makan, dan ditutup dengan nonton dan bermain bersama, aku tidak akan melupakan hari Natal ini.
Ini adalah hari Natal yang paling melelahkan, namun luar biasa. Istriku puas karena makanan yang disediakannya licin tandas. Anakku gembira karena bisa bermain dan bahkan berteriak bersama. Dan aku, suaraku menjadi serak, karena harus terus berbicara selama beberapa jam, termasuk beberapa kali melerai pertengkaran di antara tamu-tamu istimewa kami itu.
Ah, di hari natal ini kami makan malam bersama Yesus. Terima kasih Tuhan, Engkau mau datang, sudah datang. Haleluya!
Sam-el Ladh
25 - 12 - 2007


waaaaah… senangnya! mengundang Yesus… what an idea!
Comment by Anjar — February 13, 2008 @ 10:20 am