Naif
Kita memang naif.
Kita bawa dia dari jalanan dengan luka menganga di leher, menghabiskan beberapa ratus ribu untuk perawatan di Unit Gawat Darurat, dan untuk obat-obatan. Memberi dia tumpangan, makan 3 kali sehari, baju yang bersih, dan tempat tidur yang nyaman. Bahkan anak kita begitu gembira karena bisa bermain dan tertawa bersamanya.
Tapi dia pergi begitu saja, setelah menguras habis isi celengan anak kita, yang hanya bisa termangu tak mengerti.
Kita memang naif, hanya karena Raja itu akan berkata: “sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”
Sam-el Ladh


hmmm…kata org2 mungkin naif,,, klo kata Tuhan??? ^^
Comment by Anna Maria — November 5, 2007 @ 7:22 am