Muntah
Arggghhhh
Biarkan aku muntah di sini..
semua yang di dalam perutku tak bisa terima
meronta dan mendesak segera keluar
saat melihat tiang-tiang pualammu
tirai sutera dan rangkaian bunga
serta wajah congkak itu
Arggghhhh
dan kau menyebut dirimu hamba
sekaligus ‘yang dimuliakan’
maafkan..
tapi aku harus muntah sekarang
Arggghhhh
Sam-el Ladh
** dream center? I don’t think so!

