Thoughts and Devotions

February 28, 2006

Kita

Filed under: Puisi

to ..a
happy anniversary..


Bukan lagi dua tapi satu..

betapa indahnya,
saat kita menembus batas itu,
merobek dinding pemisah itu,
melantakkan tabu purba itu..
dan menyatukan putih dan hitam,
merekatkan timur dan barat,

Bukan lagi dua tapi satu

betapa indahnya..

sam-el ladh

February 26, 2006

Aku Tahu

Filed under: Puisi

Katamu kau mengasihi aku
         Katamu kau mau hidup bagiku
                 Katamu kau mau mati demiku
	
Aku tahu kau tidak berdusta,
         angkat dan pikullah kayu kasar itu
                 dan aku akan sungguh tahu…

Sam-el Ladh

February 24, 2006

Ah

Filed under: Puisi

Aku pernah alami
dada yang sesak seperti ini,
susah tidur, hilang selera makan,
dan semangat yang mau punah..

Aku pernah alami
dulu..
Bukan satu atau dua kali malah

tapi waktu itu alasannya adalah
karena aku kehilangan sesuatu,
entah itu kekasih, pekerjaan,
atau kesempatan

Kini aku sesak lagi,
susah tidur lagi,
hilang selera makan lagi,
dan semangatpun mau punah lagi

tapi aku alami ini karena
aku melihat kekasih-kekasih Tuhanku
ditelantarkan lagi..

Ah..
Habis sudah kata-kataku

Sam-el Ladh

February 15, 2006

Sangkamu

Filed under: Puisi


Sangkamu aku butuh kekuatanmu,
Otot-otot kekarmu dan ketangkasanmu.
Sangkamu aku butuh kejelian matamu,
kecakapan tanganmu dan kelincahan kakimu.
Sangkamu aku butuh kemahiran bicaramu,
kepekaan telingamu, ketajaman penciumanmu.
Sangkamu aku butuh semua itu?

Sangkamu aku butuh kecerdasanmu,
intelejensi dan intelektualitasmu.
Sangkamu aku butuh diplomamu,
atau semua sertifikat pengakuanmu.
Sangkamu aku butuh keahlianmu,
kemahiran, dan kecendiakaanmu.
Sangkamu aku butuh semua itu?

Aku hanya butuh dia yang rela
melepaskan semuanya dan menganggapnya
sampah

Aku hanya butuh Dia yang tahu
harta sejati itu,
tahu bahwa aku hidup dan tidak mati
dan memberi upah kepada mereka
yang setia sampai akhir…

Sam-el Ladh

February 10, 2006

Sampai Kapan

Filed under: Puisi

Sampai kapankah kau akan biarkan kami menangis?
Dengan mata dan telingamu yang tertutup rapat
bagi kebenaran dan keadilan
dan dengan hatimu yang dingin membatu
terhadap empati dan belas kasih?

Sampai kapankah kau akan biarkan kami menangis?
Kami yang busung lapar karena kekeringan,
yang penyakitan karena banjir bandang,
busuk dan bau karena keserakahanmu
yang tak habis-habisnya?

Sampai kapankah kau akan biarkan kami menangis?
mungkin sampai kami punah binasa..

Ah..

sam-el ladh






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer