Thoughts and Devotions

July 1, 2009

Kembali kepadamu

Filed under: Puisi

Kembali kepadamu, menyaksikanmu bersolek,
memoles dirimu dengan beragam kosmetik
yang tak pernah kulihat sebelumnya.
Ah, kau memang lebih memesona,
memikat para pendatang dari jauh
untuk melihat keelokan rupamu,
menjamah, dan menikmatinya sampai puas.

Kembali kepadamu, menyaksikan keelokanmu
dalam hiasan beragam kosmetik yang asing bagiku.
Aku hanya bisa termangu,
haruskah aku tersenyum, atau menangis?

Karena aku tetap sayang padamu..

Sam-el Ladh

June 29, 2009

Pray for me

Filed under: Others

I was in the waiting room at an airport in Surabaya, when a young woman approached me. She asked if I was from Kupang, West Timor. She said I seemed familiar. Well, I have never met her before. She introduced herself as an athlete representing the province of NTT, going to a National Amateur Boxing Championship.

A lady boxer, that was interesting. Then when she found out that I was a minister, she asked me to pray for her.

“Here?”, I asked.

“Yes, please,” she answered, “and please see if I would win any medal or not.”

Wow. She wanted me to prophesy for her. So I prayed and said, if you do your best, you can at least make it to the semifinals.

I wasn’t prophesying. I was just encouraging her. Even if I had the ability to see her future, I wouldn’t tell her. If I had seen that she would win, I would make her over confident, and what If I had seen that she would lose in the first round?

Well, good luck young lady. However, you were representing my hometown.

Sam-el Ladh

June 24, 2009

Melayani-Mu

Filed under: Puisi

Ada yang melayani-Mu karena telah memiliki segala sesuatu, namun merasa ada satu ruang kosong dalam jiwanya yang belum terisi, yang dipercayanya hanya Kau yang bisa mengisinya. Ada juga yang melakukannya karena belum memiliki apa-apa, karena itu ingin mengisi hidupnya dengan kelimpahan dan kekayaan yang ada pada-Mu.

Mereka melayani-Mu dengan giat, tekun, dan berapi-api. Menghitung setiap sukses yang diraih, setiap tepuk, setiap sorak, setiap hormat yang diterima. Mereka menceritakan setiap bejana yang terisi penuh, setiap pundi yang berlimpah, setiap monumen dan prasasti pun dipajang dan dipamerkan.

Aku juga disebut pelayan-Mu, namun aku tidak punya segala sesuatu seperti mereka. Aku juga tidak ingin mengisi hidupku dengan kelimpahan dan kekayaan-Mu. Aku juga tidak, ah jarang sekali, mendengar tepuk, sorak, dan hormat itu. Apalagi monumen dan prasasti ku pun tidak seberapa, kalau tidak mau dikatakan tidak ada.

Bejanaku hanya bejana tanah liat ini, pundiku hanya satu yang mengalirkan minyak berkat-Mu selama aku bisa, karena itu aku tak pernah bisa banggakan berlimpahnya pundiku ini. Ah, dan aku pun disebut melayani-Mu?

Sam-el Ladh

June 10, 2009

Titik Akhirmu

Filed under: Puisi

Dering telepon di pagi buta itu,
telah mengubah begitu banyak hal hari ini.
Ketika di suatu titik waktumu berakhir,
banyak air mata tertumpah dan hati yang terkoyak..

Tapi tak ada waktu yang tak berakhir,
dan hari ini aku belajar dari satu akhir yang telah lampau itu,
aku harus terus berdiri dan meneruskan tongkatmu,
memberi asa dan impian baru kepada mereka…

Selamat jalan Papi,
titik akhirmu adalah titik awal bagi kami,
terima kasih..

10 - 06 - 2009

Sam-el Ladh

June 5, 2009

Pernahkah Kau Mencintai

Filed under: Thoughts

Pernahkah kau mencintai seseorang begitu dalam, sampai kau rela tinggalkan semua kenyamanan dan kemewahanmu, juga semua yang terkasih dan tersayang bagimu, agar kau bisa bersama dengan dia yang kau cintai?

Pernahkah kau mencintai seseorang begitu dalam, sehingga kau rela memberikan semua yang ada padamu, tanpa menyayangkan dan menghitung-hitung sedikitpun; semua yang dapat kau berikan, kau berikan dengan tulus kepada dia yang kau cintai?

Pernahkah kau mencintai seseorang begitu dalam, hanya untuk kemudian menemukan dia menikammu dari belakang, menghajar dan merobohkanmu, bahkan menghujamkan paku-paku tajam ke tangan dan kakimu, dan menjadikanmu tontonan, olok-olok dan hinaan seantero jagad?

Pernahkah kau mencintai seseorang sebegitu dalam? Pernahkah, karena sesungguhnya itulah cinta sejati…

Grant me the Grace to love, the way You have loved me

Sam-el Ladh






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer