Sam-el Ladh

August 26, 2008

Mutiara

Filed under: Puisi

Kau sebut mereka ‘penyakit’, yang lain menyebut: ’sampah’,
ada juga yang bahkan tak sudi sekedar memalingkan wajah..
tapi aku melihat banyak mutiara berserakan di sana
di balik kusamnya wajah dan bau yang menyengat itu
bahkan sayup-sayup kudengar suara agung berbisik:
“ketika aku lapar.. ketika aku telanjang…”

26 - 08 - 2008

Sam-el Ladh

August 13, 2008

Biji Mata

Filed under: Puisi

Aku tak akan berseru dengan membusungkan dada
lihat, aku telah berdiri di sini, aku telah sampai ke sana,
telah melakukan ini dan itu, mengumpulkan segono segini…

Ah, memikirkan itu semua membuat perutku mual,
tulang-tulangku meranggas kering
dan semangatku hilang lenyap..

Aku tahu siapa yang kupercaya,
dan Dia tahu siapa diriku,
biji mata-Nya!

13 - 08 - 2008

Sam-el Ladh

August 2, 2008

Jangan Takut, Aku Ini!

Filed under: Puisi

Di saat perahu kami diguncang badai
yang datang entah dari mana,
Kau malah tertidur pulas..

Di saat kami sebentar lagi karam
ditelan habis gelombang taufan,
Kau malah jauh di sana menyendiri..

Di saat kami dikejar balatentara musuh
yang garang dan bengis tanpa ampun,
Kau malah bawa kami ke depan samudera…

“Jangan takut, Aku ini!”

Badai taufan Kau halau dengan satu hardikan,
Kau susul kami, dengan berjalan melintasi danau,
dan Kau belah samudera agar kami melintasinya…

“Jangan takut, Aku ini!”

Tolonglah aku yang tidak percaya ini!

2 Agt 2008

Sam-el Ladh

August 1, 2008

Kau..

Filed under: Puisi

Ah, tidak banyak yang berubah darimu.
Ada yang bilang kau lebih cantik dengan gedung-gedung itu,
lebih ramai dengan wajah-wajah baru berseliweran di jalan,
dan asap knalpot yang semakin menutup angkasamu

Tapi kau tidak banyak berubah..
malah wajah-wajah kuyu dan lusuh di sana-sini
menyiratkan derita dan sengsara anak-anakmu
yang malu-malu menampakkan dirinya.

Suara-suara keras dan bernada tinggi tetap terdengar,
ditingkah hingar bingar bunyi musik dari angkutan umum,
dan anak-anakmu yang berlari dengan gerobak angkutnya,
tak bisa menyembunyikan ketertinggalanmu yang kasat mata..

Ah, tidak banyak yang berubah darimu,
dan aku menangis ketika harus meninggalkanmu kembali…

Sam-el Ladh






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham